Subscribe:

Ads 468x60px

Selasa, 23 Agustus 2011

Bersyukur

sebenarnya apabila hidup yang sebentar ini kita nikmati dengan bersyukur semua akan terasa nikmat, orang orang yang beruntung didunia ini bukanlah orang - orang yang berharta banyak, tahta tinggi, gelar dan yang lainya melainkan orang yang diberi nikmat kemudian ia bersyukur, orang yang diberi ujian oleh allah bersabar itulah sebenarnya orang yang sangat beruntung hidup didunia karena kesyukuran dan kesabaran itulah yang membuat seseorang lebi dekat dengan sang penciptah (Allah). ilmu, kekayaan, harta, kekuasaan, tahta belum tentu akan membawa kita menjadi orang bahagia, tidak sedikit orang yang masuk neraka karena ilmunya, tidak sedikit orang masuk neraka karena kekayaan dan hartanya, tidak sedikit orang masuk neraka karena tahtanya, beda dengan orang yang bersyukur terima apa adanya, bersabar. semakin ia bersykur maka allah akan nemanambah kenikmatan itu, kenikmatan disini ukan hanya dengan uang, kekayaan bisa juga jadi berupa anak yang sholeh, istri yang cantik dan sholeha, seperti yang telah di firmankan oleh allah

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ   

sesungguhnya apabila kamu bersyukur maka akan kutambah nikmatmu dan apabila 
kamu tidak bersyukur (mengingkarinya) maka sesungguhnya azabku sangatlah pedih

firman allah yang satu ini mungkin tidak asing di telingah kita namu masih banyak orang yang masih belum mengetahui makna sebenarnya firman allah yang tertuang di dalam surah ibrahim ayat 7, agar anda lebih mengetahui maknanya lebih jelas saya punya cerita tentang yang saya ambil dari lembaga dakwa islam indonesia..mari kita baca cerita ini agar lebih antap lagi ilmu kita tentang bersyukur kepada allah

Tidak lama kemudian Nasrudin kembali pergi beberapa waktu lamanya untuk keperluan yang lain. Ketika ia kembali, istrinya menyambutnya dengan gembira juga. Namun kali ini tidak ada keju yang dihidangkan. Teringat akan memori yang dulu, dia pun bertanya, "Adakah keju untukku?"
"Tidak ada lagi," kata istrinya.
"Ahamdulillah, tidak apa-apa. Lagipula keju itu tidak baik bagi kesehatan gigi”, kata Nasrudin.
"Jadi mana yang benar ?" kata istri Nasrudin bertanya-tanya, "Keju itu baik untuk perut atau tidak baik untuk gigi ?"
"Itu tergantung," sambut Nasrudin, "Tergantung apakah kejunya ada atau tidak dan bagaimana kita mensyukuri setiap keadaan yang kita jumpai."

Kisah ini semoga bisa menjadikan inspirasi buat kita untuk memiliki mentalitas syukur yang pol. Aras syukur yang tinggi. Paradigma syukur dan kesadaran syukur setiap waktu. Apapun keadaan yang kita jumpai. Jika hal ini bisa kita miliki, seperti apa yang dikatakan Rendra dalam Makna Sebuah Titipan – maka kita pun akan faham bahwa;“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”.

Alangkah indahnya hidup ini.

Oleh : Faizunal Abdillah


0 komentar: